Farhanah Nurul Lathifah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

ANTARIKSA (antara kantin-aku-perpustakaan)

ANTARIKSA (antara kantin-aku-perpustakaan)

Sama seperti pada cerita awalku mencintai literasi, di versi kali ini pun dimulai saat aku menjalani masa-masa sekolah dasar. Kenapa sekolah dasar? Karena sebenarnya, aku tidak memiliki begitu banyak kenangan di perpustakaan saat SMP. Ya, begitulah. Karena apa? Karena Covid-19 tentunya.

Tidak memiliki banyak kenangan bukan berarti saat SMP kini aku tak lagi menyukai perpustakaan, itu hanya pikiranmu saja. Aku sungguh sangat menyukainya, karena menurutku sama seperti tak perlu mengililingi dunia secara langsung jika kamu memiliki atlas, maka tak perlu mengelilingi dunia untuk mendapatkan ilmu dari mancanegara secara langsung jika kamu memiliki perpustakaan. Perpustakaan memiliki banyak ilmu dari seluruh dunia dan perpustakaan hampir mencakup segalanya itu. Bukan berarti kalian tidak perlu pergi ke luar negeri untuk mendalami ilmu, tetapi maksudku perpustakaan merupakan salah satu titik awal untukmu memulai jurnal perjalanan pelajaranmu sendiri.

Kembali ke kisahku, aku akan menceritakan kisah ‘ANTARIKSA’, secara harfiah antariksa mungkin berarti luar angkasa, dan menurutku perpustakan dapat ku katakan antariksaku, luar angkasaku. Kenapa aku gunakan kata luar angkasa dibandingkan menggunakan kata bumi saja? Mari kujelaskan, Kamu akan bisa menemukan batas titik terluar bumi, tapi apakah kamu mampu memberitahuku batas luar angkasa? Aku pastikan tidak. Maknanya adalah, perpustakan, di dalamnya terdapat ilmu, ilmu-ilmu yang tak terbatas. Itulah mengapa aku menyebut perpustakaan sebagai ‘ANTARIKSA’.

Namun, sayangnya aku tidak akan menceritakan antariksa dari arti yang sebenarnya. Aku akan memakai ‘ANTARIKSA’ sebagai singkatan antara kantin-aku-perpustakan.

---

Saat aku duduk di kelas 6, aku relatif sering membawa bekal, dan terkadang jika tidak membawa bekal aku akan membawa uang, atau sering pula aku membawa keduanya.

Saat bel istirahat berdering, aku akan dengan senang hati melompat dan berlari ke luar kelas menuruni anak tangga ke kantin yang posisinya berada di bawah. Aku akan langsung menyerbu ruko kantin bude langgananku. Aku akan memakan segalanya di sana dan menghabiskan uangku.

Namun, ada pula saatnya aku tidak membawa bekal, uang pun juga tidak.

Saat awal-awal masa-masa kelupaanku membawa uang, aku benar-benar hanya berdiam di kelas seperti orang kesepian. Namun, ada satu waktu yang akhirnya membuatku mulai berjalan menyusuri sekolah dan menemukan tempat yang orang bilang sebagai ‘Perpustakaan’, sebenarnya kata itu pula lah yang tertulis di ruangan itu.

Aku masuk ke dalamnya, dan pada awalnya sedikit malu-malu. Di sana ada seorang penjaga perpustakan yang sering berjaga, saat itu aku belum mengenalnya. Seiring berjalannya waktu, aku semakin sering pergi ke perpustakaan dan aku mengenal penjaga itu. Ia bernama Mega. Aku memanggilnya Mba pada saat itu. Ya, Mba Mega. Saat itu kami memanggilnya begitu karena pertama ia belum menikah, dan kedua... Ehm, ia tampak terlalu muda untuk di panggil ibu. Aku sering berdua ke perpustakaan bersama Naura, sahabatku.

Kami berdua sering menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan, awalnya hanya benar-benar untuk membaca, tapi lama-lama menjadi hanya sekedar mengobrol bersama Mba Mega dan membaca sedikit buku. Kasarnya, hanya memenuhi buku tamu, haha. Tapi, meskipun hanya membaca 1 buku, kami tentu tetap membaca saat ke sana, terkadang juga meminjam.

Perpustakaan memang sedikit sepi, mungkin karena memang sedikit yang pergi ke sana, di satu sisi aku bersyukur bahwa ketika kami, maksudku aku dan naura ribut, kami tidak terlalu mengganggu. Aku tau itu sedikit tidak beretika tapi kami hanya siswi SD yang membahas buku yang kami baca dengan serunya saat itu.

Waktu berlalu dengan begitu cepat, itu adalah kisahku saat duduk di bangku kelas 6, sekarang aku akan duduk di bangku SMA.

Teruntuk Mba Mega, lama tidak bertemu, aku harap mba baik, dan kita akan segera bertemu.

Teruntuk Naura, yang hingga kini dan nanti akan terus menjadi sahabatku, aku sangat menyayangimu.

Profil penulis:

Namaku Farhanah, saat ini sedang duduk di bangku SMP Negeri Sekuting Terpadu. Lahir pada 23 Juli 2007. (farhanahnath@gmail.com)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali