Farhanah Nurul Lathifah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

Menjadi Gila Itu Waras

Menjadi gila itu waras. Lah?

Contoh gila 1

Penemu tidak menemukan sesuatu yang sudah ada di zamannya, tetapi menciptakan sejarah untuk perbaikan zamannya. Loh trus apa hubungannya penemu sama 'gila'? Ya justru ini letak gilanya.

Bayangkan saja, misal saat ini kita hanya memiliki pesawat untuk terbang, lalu tiba-tiba ada orang yang mengatakan, kita sudah bisa terbang menggunakan awan. Apa yang akan kamu katakan? "kamu gila?!". Pasti itu kan reaksimu?

Nah sama dengan penemu, dulu mana ada komputer, mana ada pesawat terbang, mana ada kompor listrik, semua itu hanyalah hal gila pada zamannya. Setidaknya itulah reaksi orang saat itu, tidak terlalu jauh berbeda dengan reaksimu sebelumnya. "kamu gila?!".

Contoh gila 2

Dunia sudah sangat kacau sehingga yang waras akan kelihatan gila, seperti contoh.

Ada banyak orang yang berjalan ke arah jurang dengan langkah tegap. Kemudian kamu sendirian berjalan pula ke arah jurang dengan langkah ketar-ketir.

Maka pasti orang-orang itu akan berkata. "Apa kamu gila? Kenapa berjalan saja ketar-ketir! Ini hanyalah jurang!".

~~~

Setidaknya itulah contohnya. Terkadang sesuatu hal 'baru' dan 'berbeda' akan dikatakan gila. Kenapa? Karena mereka tidak dapat membedakan, sebenarnya ini inovasi dari seorang pemimpi, atau pembicaraan tak jelas dari orang berpenyakit mental? Atau, mungkin seperti contoh 2, mereka sudah tidak dapat lagi membedakan, sebenarnya yang gila itu kamu atau mereka? Karena kalau ke-gila-an sudah menjadi mayoritas, ya yasudah kalau gitu jangan marah kalau dikatakan "gila", karena itu tanda kewarasanmu yang sesungguhnya.

~~

Kok bahas tentang gila? Maksudnya? Hey! Ini @kolom , kalau tak mampu merenungi, lebih baik kamu baca @cerpen. Sekian terimakasih:)

-L

(Jum'at, 19 Maret 2021 [11.30PM])

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali